Pemkab Kukar Dorong Pembangunan Merata lewat Transmigrasi
(Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara
(Kukar) terus mengupayakan pemerataan pembangunan dari wilayah pesisir hingga
pedalaman.
Salah satu strategi yang
terbukti efektif adalah melalui program transmigrasi yang tidak hanya
memindahkan penduduk, tetapi juga membuka akses baru bagi pembangunan wilayah
terpencil.
Hal tersebut diungkapkan
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad
Taufik Hidayat.
Ia mengatakan transmigrasi
telah menjadi pemacu kemajuan perubahan di daerah-daerah yang sebelumnya minim
infrastruktur dan aktivitas ekonomi.
“Transmigrasi membawa
dampak nyata. Wilayah yang dulunya nyaris tidak tersentuh pembangunan kini
tumbuh menjadi kawasan yang produktif dan layak huni,” jelasnya, Rabu (9/04/2025).
Menurut Taufik,
pertumbuhan wilayah tidak hanya terjadi di kawasan daratan, tetapi juga
menyasar wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Pemerintah daerah menilai
daerah-daerah tersebut memiliki potensi besar dalam sektor perikanan,
pariwisata, dan ekonomi kelautan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan,” katanya .
Atas hal tersebut, Taufik
menegaskan pembangunan di daerah tersebut tidak boleh berat sebelah. Sebab
menurutnya kawasan perairan juga harus mendapat perhatian, karena memiliki
kontribusi besar bagi perekonomian daerah.
Selain itu Taufik juga
mengatakan seiring dengan pengembangan wilayah transmigrasi, Pemkab Kukar juga
mendorong peningkatan kualitas permukiman melalui penyediaan prasarana, sarana,
dan utilitas umum (PSU) di perumahan bersubsidi.
Dalam hal ini ia mengaku
setiap pengembang diwajibkan membangun infrastruktur dasar sebelum diserahkan
kepada pemerintah daerah agar pengelolaannya lebih terjamin.
“Ini untuk memastikan
warga tidak tinggal di kawasan yang berisiko menjadi kumuh. Pemerintah hadir
untuk menjaga kenyamanan dan kelayakan hunian masyarakat,” jelasnya
Taufik juga menilai
perkembangan kawasan transmigrasi juga memicu terbentuknya pusat-pusat
permukiman baru yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
“Tentu dengan adanya akses jalan, listrik, pendidikan, dan fasilitas kesehatan, kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan,” terangnya.
Dirinya juga menekankan
pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta untuk
menjaga keberlanjutan pembangunan di wilayah-wilayah ini.
“Kami tidak bisa bekerja
sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, Program transmigrasi bukan
sekadar memindahkan penduduk, tetapi menjadi wujud nyata pemerataan pembangunan
dari pesisir hingga pedalaman—membuka akses, membangkitkan potensi daerah,”
tutupnya. (Adv/Tan)